Jumat, 15 November 2013

ETIKA BISNIS # LIBURAN YANG MURAH MERIAH DI KOTA WISATA CIBUBUR

































ETIKA BISNIS
TULISAN
MENGISI LIBURAN DI KOTA WISATA CIBUBUR
G:\logo gunadarma.jpg








Nama  :  Stira Panut
NPM : 16210698
Kelas : 4EA21
Jurusan  : Manajemen


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2013
MENGISI LIBURAN DI KOTA WISATA CIBUBUR


Ada berbagai alternatif liburan yang murah meriah di sekitar JABODETABEK tapi pilihanku jatuh pada Kota Wisata Cibubur yang posisinya tidak terlalu jauh dari rumah dan hanya sekitar 2 jam perjalanan dari rumahku di Tambun, Bekasi Utara. Awalnya saya berencana untuk liburan ke Taman Mini di tahun baru Islam ini. Tapi karena saya harus menjemput teman saya, Nitria Winda Utami, yang lokasinya jauh dari rumahku, maka dalam perjalanan kuubah mindsetku untuk mencari tempat liburan yang terdekat. Dan kota wisata Cibubur adalah satu-satunya wilayah tempat berlibur yang cukup efisien dan dekat dengan rumah temanku yang jaraknya berkisar 30-40 km karena bisa ditempuh dengan motor dalam tempo 1 jam.

Pemandangan selama dalam perjalanan sangat asri, kiri-kanan pepohonan rindang dan rumput yang terawat. Kami juga menjumpai arsitektur perumahan bergaya eropa dan beberapa miniatur negara seperti Australia dan Amerika lengkap dengan patung Liberty dan George Washingtonnya. Cukup menarik untuk berfoto-foto. Akhirnya kami tiba di kampung Cina dengan terlebih dahulu memarkirkan kendaraan.
Tiba di kampung Cina kami disuguhi pasar tradisional dengan dominasi warna merah yang identik dengan kebudayaan Cina. Banyak pedagang menjajakan dagangan mereka mulai dari baju-baju tradisional Cina, kerajinan tangan, maupun barang-barang umum lainnya yang tidak ada hubungannya dengan Cina. Namun yang ganjil adalah pasar tersebut sepi pengunjung. Setelah kami masuk lebih dalam banyak ditemukan toko-toko terbengkalai dan tidak beroperasi lagi. Bangunan-bangunan tersebut tidak terawat dan penuh dengan coret-coretan bertuliskan nama-nama mungkin pengunjung yang ingin sekali namanya dikenang.
Merasa kecewa akhirnya kami meneruskan perjalanan mengikuti papan arah ke kampung wisata.Tiba disana ternyata keadaannya tidak jauh beda dengan kampung Cina tadi. Di kampung wisata ini pengunjungnya lumayan lebih banyak daripada di kampung Cina tadi. Ada pertunjukan tradisional debus yang menyemburkan api dari mulut dan kegiatan mistik lainnya seperti anak kecil yang dibungkus dengan kain kafan menyerupai pocong lalu diikat dan dikurung. Setelah itu dibacain mantera2 dan beberapa saat kemudian terlepas ikatannya sendiri. Entah kekuatan darimana atau siapa yang membukakan ikatan tersebut kami tidak tahu dan timbul tanda tanya. Mungkinkan itu bantuan syetan? Wallohu Alam Ya Robb... Disana terdapat pula danau buatan serta beberapa wahana yang sebagian besar diperuntukan untuk anak-anak. Beberapa wahana terlihat tidak beroperasi lagi. Sebagian besar pengunjung hanya duduk-duduk santai bersama sanak familinya di tepi danau. Kami tertarik untuk naik wahana bebek air. Dengan membayar Rp.12.000 kami bisa berkeliling danau selama ± 30 menit.
Dari kampung wisata kami pun ke kawasan kampung Indonesia yang berisi kampung Bali, Jawa, Makassar, dan kampung lainnya. Konsepnya sama seperti kampung Cina tadi yaitu semacam pasar tradisional, namun sayangnya pedagang-pedang tersebut tidak lagi mengindahkan klasifikasi daerah tadi. Jadi masing-masing kampung tidak memiliki ciri khas sama saja seperti halnya pasar tradisional biasa. Kami pun kembali mengkuti papan arah menuju kampung Jepang yang letaknya di belakang bersampingan dengan taman bermain. Namun kami sangat kecewa ternyata kampung Jepang tersebut sama sekali kosong, hanya lokasi berisi gedung-gedung bergaya Jepang yang terbengkalai tidak beroperasi lagi. Kami pun lanjut ke  taman bermain, kami pikir mungkin taman bermain ini adalah pusat dari kota wisata ini dan berharap menemukan banyak hal menarik disana.
Setelah itu kami beristirahat sambil makan siang dan minum kopi di area food court. Makanan yang disajikan tidak begitu menggugah selera kami. Hanya karena faktor lapar dan efisien saja kami memesan makanan tersebut. Soal rasa tidak usah ditanya karena pasti sangat standar dan biasa2 saja. Selepas makan siang kami langsung masuk gerbang taman jurasic park dan membayar Rp.8000. Sayangnya cuaca sangat tidak mendukung karena mendung dan hujan. Kamipun berteduh diGasebo2  yang  tersedia  disitu sambil menunggu hujan reda. Diarea ini kami menjumpai beberapa  replika dinosaurus. Tapi sayangnya disetiap dinosaurus tidak ada nama jenis nya jadi saya tidak tahu itu dinosaurus apa.  Karena hari menjelang sore maka perjalanan liburan kami d Kota wisata Cibubur berakhir di Jembatan Cina yang tinggi menjulang. Dan berakhir pula acara explore Kota wisata Cibubur. 
Sebenarnya Liburan kali ini bukanlah liburan yang kuharapkan. Karena hanya demi tugas dan tanpa perencanaan yang matang. Sebelumnya saya telah mengunjungi kota wisata Cibubur beberapa tahun yang lalu. Bedanya adalah dulu menyenangkan karena saya liburan dengan adek saya yang saat ini telah meninggal dunia karena kanker nasofaring. Mungkin cerita ini akan sedikit berbeda karena jadi penuh dengan kenangan 1 tahun lalu. Dan tgl 19 Nov 2013 adalah tepat 1 tahun meninggalnya adek saya Puji Lestari yang saat itu masih berusia 23 thn n tingkat akhir kuliah d kampusnya. Entahlah... saya jadi gampang merenung bila mengingatnya. Apalagi saat2 liburan seperti ini. Kita biasa berburu kuliner n liburan bersama dengan destinasi yang berbeda. Tapi apa daya, sekarang saya sendirian bila mau liburan n tidak punya partner yang seru buat hang out. Itulah sebagaian dari sekelumit acara mengisi liburan di tahun baru Islam. Semoga kedepannya saya bisa berwisata mengelilingi Indonesia dan dunia. Amin



Tidak ada komentar:

Posting Komentar